Anda harus menonton film ini!

Furious 7

Pada sekitar tahun 2009 ketika ‘Fast & Furious’ dirilis, sekuel film ini secara perlahan mulai bergeser dari fokus awalnya sebagai film balapan jalanan dan mulai beralih ke genre laga serta sekuel film beranggaran besar. Meski begitu, seiring dengan perubahan gaya ini, sekuel film ini malahan semakin baik. Hari ini saya menonton sekuel terbaru dari film ini di bioskop… bicara tentang film penuh laga. ‘Fast & Furious 7’ merupakan film penuh laga, habis-habisan, dan berkualitas tinggi, selain itu, film ini sangat menghibur dan menyenangkan untuk ditonton.

Seperti nonton movie secara online? Kunjungi situs IDHD bioskop online!

Dengan deretan pemain bintang serta adegan-adegan laga yang memukau, ‘Fast & Furious 7’ merupakan bukti bahwa beberapa film sekuel dapat terus menghasilkan film-film bagus. Hal yang paling patut mendapatkan perhatian di sepanjang film ini adalah akhir film yang emosional saat ‘mengantar kepergian’ Paul Walker, film diakhiri dengan cuplikan-cuplikan gambar Walker di enam film sebelumnya, ditutup dengan dua kata, ‘Untuk Paul’, ini adalah sekuel film Fast and Furious pertama yang menyentuh saya secara emosional, dan bisa dikatakan sebagai yang terbaik dari semua sekuelnya.

Cinderela – film favorit saya dari 2015

“Aku hanya gadis biasa, bukan seorang putri.”
cinderella film
Penceritaan ulang yang sangat menghibur dari cerita dongeng yang saya yakin pastinya sudah sangat dikenal oleh kita semua. Saya akui, tidak ada hal baru yang dibawakan oleh film ini. Film ini tidak melampaui keajaiban dari film animasi klasiknya dari segi penceritaan kembali kisah tradisionalnya, dan juga tidak melampaui Ever After dalam hal menghadirkan kisah yang baru untuk film live-action. Meski begitu, film ini diarahkan dengan baik, memiliki visual yang menarik, dan memesona dalam caranya sendiri. Saya menghargai sentuhan manis yang klasik di dalamnya, terutama kisah asmaranya yang disampaikan dengan sangat baik. Sejujurnya, saya senang karena ini bukan film lainnya yang mengadaptasi kisah-kisah klasik dengan sentuhan modern. Saya senang Cinderella bukan tiruan dari Buffy, yang menendangi musuh sambil melontarkan lelucon-lelucon. Saya juga senang karena Pangerannya bukan tipe pria lemah dengan gaya yang nyentrik, atau diubah menjadi tokoh jahat, seperti yang telah saya perkirakan dari cerita-cerita dongeng revolusioner yang kita dapatkan di masa kini. Jadi, dua jempol untuk para pembuat film dan Disney yang berani menghadirkan sesuatu yang tidak biasa (untuk masa di mana kita hidup saat ini). Mereka membuktikan bahwa penceritaan dengan gaya klasik seperti ini masih efektif dan bahkan juga menguntungkan.